Kecil, Kurus, Kotor, Terluka & Terlupakan

 

 

 update: Wed, 1st Oct 2008

Barrel ternyat beruntung nasibnya, sudah ada Arlin yang sangat antusias untuk merawat Barrel.

Namun karena keterbatasan waktu diminggu tsb, Arlin belum bisa mengambil Barrel, sehingga.. datanglah 'Jeliteung' salah satu pemerhati dan penyayang Kucing juga, yang saling kenal melalui salah satu Klub Online seputar kucing, bersedia untuk mengambil dan merawat Barrel terlebih dahulu.

Jeliteung menjemput Barrel pada sore di hari Selasa, 30 Sept 2008 di tebet.

Sekarang Barrel sudah nyaman, tenang, senang (hopefully) di tempat Jeliteung, bersama dengan keluarga baru nya.. mommy, daddy, kakak-kakak serta adik-adik baru nya.

Apabila melihat dari gambar yang dikirim oleh Jeliteung ditempat baru Barrel, seperti nya memang lebih bahagia... bersih, nyaman, bulu terawat.

Semoga Barrel terus bertahan dan untuk Arlin, silahkan hubungi charmy@faunawelfare.com atau langsung dengan Jeliteung kelangsungan perawatan Barrel.


 

Click here or "Read More" to view pictures.

 

 

 update: Wed, 1st Oct 2008

Barrel ternyat beruntung nasibnya, sudah ada Arlin yang sangat antusias untuk merawat Barrel.

Namun karena keterbatasan waktu diminggu tsb, Arlin belum bisa mengambil Barrel, sehingga.. datanglah 'Jeliteung' salah satu pemerhati dan penyayang Kucing juga, yang saling kenal melalui salah satu Klub Online seputar kucing, bersedia untuk mengambil dan merawat Barrel terlebih dahulu.

Jeliteung menjemput Barrel pada sore di hari Selasa, 30 Sept 2008 di tebet.

Sekarang Barrel sudah nyaman, tenang, senang (hopefully) di tempat Jeliteung, bersama dengan keluarga baru nya.. mommy, daddy, kakak-kakak serta adik-adik baru nya.

Apabila melihat dari gambar yang dikirim oleh Jeliteung ditempat baru Barrel, seperti nya memang lebih bahagia... bersih, nyaman, bulu terawat.

Semoga Barrel terus bertahan dan untuk Arlin, silahkan hubungi charmy@faunawelfare.com atau langsung dengan Jeliteung kelangsungan perawatan Barrel.


 

Click here or "Read More" to view pictures.

 

Kemaren siang, saat mencari makan siang dekat kantor saya.. sekitar jarak 300 meter dari tempat saya berjalan, pandangan mata saya tertuju pada sosok kecil yang bergerak perlahan dan seperti tidak tentu arah.

Makin dekat, saya makin yakin bahwa sosok dekil kecil itu adalah seekor anak kucing, maximal umurnya baru 1 bulanan.
Kaki belakang kiri nya nampak berat sekali, karena ia hanya menyeretnya, bukan melangkah.
Bahkan tulang rusuknya seperti terlihat mencuat dari balik kulit yang ditutupi bulu2 nya yang dekil, kotor, menggimbal, ia memang teramat sangat kurus.

 

 


Saya cubit ia di bagian tengkuknya, dan sekarang saya mengerti mengapa ia berjalan oleng dan selalu menambrak trotoar dan ban mobil.. karena kedua matanya tertutup kotoran mata yang sangat tebal dan sudah mengering.

Warung tempat saya singgah berada di bawah rel kereta jurusan Kota-Bogor, karena saat bulan puasa skrng ini, tidak bnyk pilihan makanan yg tersedia.
Saya letakan BARREL, demikian saya sekarang memanggil anak kucing yang ternyata berwarna kekuningan itu, di lantai warung tsb.
Saya carikan ikan mateng untuk Barrel, ia pun merayap dan mengendus-endus ikan tsb, tanpa langsung memakannya.


Barrel menderita dehidrasi sangat tinggi, entah sudah berapa lama dia merayap berjalan dengan kaki belakang yang seperti terluka dalam tsb shg hrs menyeret kaki belakangnya, tanpa bisa melihat dengan jelas karena matanya tertutup kotoran tebal dan mengering, dan teriknya matahari saat itu, mungkin terlalu terik untuk ukuran seekor anak kucing muda yang sangat kurus krn kekurangan makan dan minum tsb.

Seperti sangat kelelahan tidak ada tenaga, Barrel hanya tergeletak lungkai di dekat kaki saya, bahkan ikan segelondongan itu tidak nampak terkoyak oleh nya.

Setelah telp dan SMS teman2 pemerhati kucing lain, sayang ketika dadakan sprti ini, memang sulit untuk langsung mendapat bantuan untuk Barrel. Warung tsb pun tidak bisa dititipi Barrel sampai sore, krn mrk akan tutup pukul 2an siang itu.

Saya putuskan untuk membawa Barrel ke parkiran motor kntr saya, sampai saya bisa pikirkan hal lain untuk nya.
Seharusnya saya pergi meeting dengan relasi bisnis siang itu, dan sore nya saya harus check up ke dokter kandungan diusia kehamilan saya yang sudah masuk usia bulan ke-8 ini.
Saya letakan Barrel di sudutan dan terasa aman di area parkiran motor, sebelumnya saya memang 'memelihara' 1 keluarga kucing, 1 mommy, 1 daddy dan 3 ekor anaknya dari sejak lahiran hingga agak besar.

Saya naik ke lantai atas, beres-beres bergegas untuk pergi lagi.
Saya bawa kaos yang memang biasa saya simpan dikntr untuk salin, dan juga 1 kantong plastik agak besar, dan bergegas keluar kntr lagi, dengan alasan pergi meeting dengan relasi.

Saya cari Barrel di area parkiran motor ditempat saya meletakkan ia sebelumnya.
Barrel masih berada disitu, terlungkai di lantai semen parkiran motor.
Saya bungkus dengan kaos, dan meletakannya di dalam kantong plastik.
kami keluar mencari taxi, dan setelah 15 menit menunggu, kami pun mendapatkan taxi tsb yang akan mengantar kami ke dokter hewan terdekat dari kntr saya yang terletak di daerah proklamasi, dan atas usulan salah seorang pemerhati, menyarankan saya untuk membawa Barrel ke Vetenary di tebet, karena paling dekat dari kntr saya.

Setelah 30 menitan, kami sampai di Vetenary di tebet tsb, Drh.Silvi menyambut kami, membuka selimut kaos yang awalnya berwana kuning dan skrng sdh dekil dan kotor sekali kehitaman, sama dekilnya dengan Barrel.
Drh.Silvi memberikan madu kpd Barrel, ia pun menjilati perlahan.
Kemudian Drh.Tati membersihkan Barrel dengan tissue basah dan kapas, paling sulit pada bagian mata karena sudah mengering.
Perlahan terlihat kembali ke-2 mata Barrel yang lugu, lucu, tidak berdosa..
dan seluruh badanya juga dibersihkan.
Setelah itu Barrel diberi makan tuna kalengan kecil, ia mengendus-endus, dan melahap, masih perlahan..

Drh.Silvi memberi infus, ketika jarum menghampiri tengkuk Barrel yang ringkih, ia tidak bergeming, serasa tidak merasakan sakit sama sekali.. entah karena terlalu lelah, atau krn tidak ada daging sama sekali yang terasa tertusuk jarum.. Barrel memang sangat teramat kurus...

Setelah Barrel nampak mulai beristirahat setelah mendapat infus dalam kandang nya, saya pamit untuk kembali ke kantor, dalam taxi perjalanan pulang, baru terasa lapar menghampiri saya.. karena blm sempat makan siang tadi.
Saya pun menghubungi relasi bisnis saya, untuk membatalkan meeting kami siang itu, yang seharusnya sudah terjadi sekitar 1 jam lalu..

Malam tadi hujan turun deras sekali di daerah tebet.. saya teringat Barrel yang mungkin akan kehujanan, kedinginan, kelaparan, sendirian, di dalam gelapnya dunia Barrel...

Sekarang mungkin Barrel sedang bobo siang, setelah melahap makanan tuna kalengan lagi dalam kandang nya yang bersih beralaskan selimut hangat ditempat Drh.Silvi, atau juga sudah menjilati habis susu hangat yang di sediakan untuk nya..

Namun bagaimana nasib Barrel yang sebatang kara tanpa rumah tanpa kasih sayang selanjutnya selepas perawatan dari Drh.Silvi?
Adakah dari rekan2 pembacaada yang bersedia menyebarkan cerita Barrel dan mencarikan rumah dan keluarga untuk Barrel?

Apabila ada dari pembaca yang bersedia membantu dalam bentuk apapun untuk keberadaan Barrel, silahkan menghubungi charmy@faunawelfare.com atau 0819 32 300 111.

 

Terima kasih untuk perhatian dan kesediaannya membaca cerita Barrel ini.



Cheers,
Charmy

 

 

Update: Minggu, 28 Spet 2008

Barrel sudah mulai membaik dari kondisi dehidrasi dan diare nya, namun mata nya masih iritasi berat, masih membutuhkan perawatan agar sering di bersihkan dan diberi obat tetes sebagaimana dosisnya.

Apabila hingga esok hari, Senin 29 Sept kondisi nya masih stabil, Barrel sudah bisa keluar dari perawatan Drh.Silvi.

Arlin, seorang mahasiswa baik hati yang jatuh hati kepada kepolosan Barrel, bertempat tinggal di Puri Indah, telah bersedia merawat dan mengadopsi Barrel, sehingga seorang baik hati lain, rekan KK, yang juga sudah bersedia untuk mengadopsi Barrel harus merelakan Barrel di adopsi oleh Arlin.





 




Your Ad Here

AnginBagus